Analisis Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Bakteri Escherichia coli pada Sumur Gali Penderita Diare di Kelurahan Sidomulyo Barat Kota Pekanbaru

Muchlis Muchlis, Thamrin Thamrin, Sofyan Husein Siregar

Abstract


Raw water is water used for daily activities, which the quality has satisfied the health requirements and are consumable quality after being cooked (Permenkes No. 416 / Menkes / Per / IX / 1990). E. coli belong to a group of bacteria that are used as indicator of faecal contamination and cause human health problems like diarrhea. The purpose of this research is to determine factors that influence the amount of E. coli in the dug well. This research was conducted in West Sidomulyo village, Pekanbaru on April until October 2016. A quantitative research approach was used and cross sectional design study, by collecting 30 samples and using saturated sampling. Data that has been used in this research is primary data, which used three different survey mediums interviews, observation, and measurement of MPN raw water. The analysis of statistical test used chi-square with a significant level 5%. The results from this research from 30 respondents is 16 samples (53.3%) has groundwater indicated the presence of E. coli. Factors that has statistical significance on the number of E. coli is the distance of septictank with dug well (p value 0.003) and the physical condition of the dug well (p value 0.014). Another factors that statistically not associated with is the distance between the toilet with dug well (p value 1.000) and water-resistant depth (p value 1.000). Recomendations from this study are communities could do some water restoration by improving the lips and floor of raw water sources to water resistant. Community Health Centre of Sidomulyo required taking regular measurements of E. coli and providing counselling to the community about the septictank qualified. Nevertheless, the next researcher need to conduct research by including variables permeability and soil porosity.


Keywords


Raw water; Escherichia coli; Contaminaton; Diarrhea

Full Text:

PDF

References


Aliya, D.R.2006. Mengenal Teknik Penjernihan Air. Semarang: Aneka Ilmu.

Bapeldada Kota Pekanbaru. 2007. Laporan Pendataan Usaha atau Kegiatan Industri yang Memanfaatkan Air Bawah Tanah di Kota Pekanbaru. Pekanbaru.

Chandra, Dr. Budiman. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

Depkes RI, 1995. Pedomman Teknis Pelaksanaan Program Penyehatan Lingkungan Pemukiman. Jakarta: Ditjen PPM & PLP.

Depkes RI, 2000. Buku Pedoman Pelaksanaan Program D2 Diare. Jakarta: Depkes RI.

Depkes RI, 2005. Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare. Jakarta: Dirjen PPM dan PL.

Depkes RI, 2009. Buku Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare. Jakarta: Dirjen PPM dan PL.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. 2015. Profil Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru 2015.

Dirgantara, P 2010. Bakteri Koliform yang Bersifat Anaerob, Jakarta.

Ginting, Rina Mutiara. 2008. Hubungan Tingkat resiko Pencemaran Terhadap Kualitas Air Sumur Gali di Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2006. (Skripsi) Universitas Sumatera Utara.

Hardjowigeno, S. 1987. Ilmu Tanah. Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa.

Hasnawi, Heriyani. 2012. Pengaruh Konstruksi Sumur terhadap Kandungan Bakteri Escherichia Coli Pada Air Sumur Gali di Desa Dopalak Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol. (Skripsi) Universitas Negeri Gorontalo.

Junaedi, D, 2008. Buang Tinja Urusan Pribadi Masalah Bersama, diakses dari http://kriiyamedia.blogspot.com pada tanggal 18 Maret 2016.

Kusnoputranto, H. 1997. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Marsono. 2009. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Bakteriologis Air Sumur Gali di Permukiman. Tesis : Universitas Diponegoro.

Nazar, Herma, dkk. 2010. Kebijakan Pengendalian Pencemaran Sumber Air Bersih Perumahan Sederhana di Kota Pekanbaru. Journal of Environment Science, Vol (1), No. 4. 2010: 1-8.

Nining. 2007. Pengaruh Kondisi Lingkungan terhadap Kandungan bakteriologis Air Sumur Gali di desa Manjung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Tesis).

Notoatmodjo. S, 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.

Permenkes RI No. 416 Tahun 1990, Tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air, Jakarta.

Prajawati, R. 2008. Hubungan Konstruksi dengan Kualitas Mikrobiologi Air Sumur Gali. Ruwa Jurai Vol 2.

Primadani, Winda. Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare diduga Akibat Infeksi di Desa Gondosuli Kecamatan Bulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 1, No. 2, Tahun 2012: 535-541.

Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo. 2015. Profil Kesehatan Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo 2015. Pekanbaru.

Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo. 2016. Laporan Bulanan 2016. Pekanbaru.

Radjak, Nurmala Ferbiyanti. 2013. Pengaruh Jarak Septic Tank dan Kondisi Fisik Sumur terhadap Keberadaan Bakteri Escherichia coli (Skripsi) Universitas Negeri Gorontalo.

Riskesdas, 2010. Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. Jakarta.

Sander, M. A. 2005. Hubungan Faktor Sosio Budaya dengan Kejadian Diare di Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu Sidoarjo. Jurnal Medika, Vol. 2 (2): 164-193.

Sumantri, Arif. 2010. Kesehatan Lingkungan dan Perspektif Islam. Jakarta: Prenada Media.

Sutrisno, T. 2004. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Jakarta: Rineka Cipta.

Widoyono. 2008. Penyakit Tropis: Epidomiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/dli.4.1.p.18-28

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.