Analisis Luasan Hutan Kota Berdasarkan Kemampuan Menyerap CO2, Kebutuhan O2 dan Kebutuhan Air di Kota Pekanbaru

Capra Sriwanita, Mubarak Mubarak, Tengku Nurhidayah

Abstract


This research was conducted from July 2016 through October 2016 on the Urban Forests of Pekanbaru, Riau, Indonesia. The goals of this research are to analyze the area of urban forests required based on its ability and capacity for CO2 absorption and the need and capacity to provide O2 and water for its inhabitants in the city of Pekanbaru. The results of this research conclude that Urban Forest area required by the 2016 all area of the city of Pekanbaru based on the Urban Forest’s ability to absorb CO2 is 3,246 Ha, the Urban Forest area needed for O2 is 3,376 Ha and Urban Forest area needed for water is 7,360 Ha. The best approach in calculating the need for Urban Forests is based on water need.


Keywords


Urban forest; Size; Distribution

Full Text:

PDF

References


Azizah. 2009. Luas Hutan Kota Optimal Berdasarkan Kebutuhan Air di Kotamadya Bogor. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Tidak diterbitkan).

Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru. 2016. Pekanbaru dalam Angka 2015. Pekanbaru.

Bukit, E. 2015. PDAM Tirta Siak Hanya Mampu Layani 12 Ribu Pelanggan.

http://www.rri.co.id/pekanbaru/post/berita/201099/daerah/pdam_tirta_siak-hanya_mampu_layani_12_ribu_pelanggan.html (diakses pada 24 April 2016).

Defra. 2007. Guidelines for Company Reporting on Greenhouse Gas Emissions. Annex I-fuel Conversions Factors. http://defra.gov.uk/environment/ business/envrp/gas/07.htm. (Diakses 24 Desember 2015).

Fakuara, Y.1987. Hutan Kota Ditinjau dari Aspek Nasional. Seminar Hutan Kota DKI Jakarta 15 Desember 1987. Jakarta.

Iqbal, M. Hermawan, R. dan E.N. Dahlan. 2015. Potensi Serapan Karbondioksida Beberapa Jenis Daun Tanaman di Jalur Hijau Jalan Raya Pajajaran, Bogor. Jurnal Penelitian Sosial dan Kehutanan. 12 (1). 67 – 76.

King, W.E. 2003. Innovative Uses Engineered Soils and Functional Landscapes in Stormwater Management and Land Planning. Proceedings of The 2003. www.forester.net. (diakses pada tanggal 20 Oktober 2015).

Kusminingrum, N. 2008. Potensi Tanaman dalam Menyerap CO2 dan CO untuk Mengurangi Dampak Pemanasan Global. Jurnal Permukiman. 3 (2). 96 – 105.

Kusumawati, P.S. 2013. Hubungan Jumlah Kendaraan Bermotor, Odometer Kendaraan dan Tahun Pembuatan Kendaraan dengan Emisi CO2 di Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu Lingkungan. 7 : 49 – 59.

Lestari, R.A, dan I.N.S. Jaya. 2005. Penggunaan Teknologi Penginderaan Jauh Satelit dan SIG untuk Menentukan Luas Hutan Kota Studi Kasus di Kota Bogor. Jurnal Manajemen Hutan Tropika. XI (2). 55 – 69.

Menteri Kehutanan. 2009. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.71/Menhut-II/2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Hutan Kota. Kementerian Kehutanan. Jakarta.

Metroterkini.com. 2015. Kemarau, Sumur Warga Pekanbaru Alami Kekeringan. http://metroterkini.com/berita-18208-kemarau-sumur-warga-pekanbaru-alami-kekeringan.html (Diakses pada tanggal 31 Desember 2016).

Muis, B.A. 2010. Analisa Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Kebutuhan Oksigen dan Air di Kota Depok Provinsi Jawa Barat. Jurnal Rona Teknik. 2 (2). 169 – 181.

Panie, R.L. 2009. Pendugaan Kebutuhan Luas Minimal Hutan Kota Bekasi. Tesis. Fakultas Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Tidak diterbitkan).

Presiden Republik Indonesia. 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota. Sekretariat Negara. Jakarta.

Ramadhan, A, dan I. Kustiwan. 2012. Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Fungsi Ekologis sebagai Penghasil Oksigen dan Kawasan Resapan Air sesuai Tipologi Kita. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota SAPPK V1N2. 379 – 389.

Sastrawijaya, A.T. 2009. Pencemaran Lingkungan. Rineka Cipta. Jakarta.

Tahir, H.M. and T.A. Yousif. 2013. Modeling the Effect of Urban Trees on Atmospheric Oxygen Concentration in Khartoum State. Journal of Natural Resources And Enviromental Studies.1 (2) 7 – 12.

Wallace, J, D. Corr, P. Deluca, P. Kanaroglou, and B. McCarry. 2009. Mobile Monitoring of Air Pollution in Cities: the Case of Hamilton, Ontario, Canada. Journal of Environmental Monitoring. 11 : 998 – 1003.

Walikota Pekanbaru. 2007. Surat Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 92 Tahun 2007 tentang Penunjukan Lokasi Hutan Kota di Areal Taman Rekreasi Alam Mayang. Sekretariat Kota Pekanbaru. Pekanbaru.

_________________. 2007. Surat Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 94 Tahun 2007 tentang Penunjukan Lokasi Hutan Kota di Areal Kampus Bina Widya UNRI Panam. Sekretariat Kota Pekanbaru. Pekanbaru.

_________________. 2011. Surat Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 268 Tahun 2011 tentang Penunjukan Lokasi Hutan Kota di Areal Pangkalan Udara TNI-AU Pekanbaru. Sekretariat Kota Pekanbaru. Pekanbaru.

________________. 2012. Surat Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 364 Tahun 2012 tentang Penunjukan Lokasi Hutan Kota di Kawasan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau. Sekretariat Kota Pekanbaru. Pekanbaru.

_________________. 2014. Surat Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 718 Tahun 2014 tentang Penunjukan Lokasi Hutan Kota di Kawasan Kampus Universitas Lancang Kuning. Sekretariat Kota Pekanbaru. Pekanbaru.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/dli.4.2.p.75-85

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.