Potensi Pengembangan Budidaya Pada Kawasan Konservasi Perairan Datok Bandar Kabupaten Lingga

Tengku Said Razai, Fitria Ulfah, Febrianti Lestari, Dony Apdillah, Ita Karlina, Fadhliyah Idris, Try Febrianto

Abstract


The development of aquaculture in the Marine Protected Area (KKP) has to recognize the sustainability and the balancing of the ecosystem in that area. It causes limited rights of users who want to develop their business, where the issuance of permits and business management regulations is an obligation that must be followed by aquaculture business developers in the KKP area. The study aimed was to formulate the technical directions in developing the potential for aquaculture business in the Marine Protected Area of Datok Bandar (KKPD) at Lingga Regency. The method used in this research is a descriptive quantitative using analysis of the carrying capacity of the environment for aquaculture, water quality parameters, and a participatory approach. The results showed that the potential area to be developed for aquaculture was 3,736.01 ha. However, based on the carrying capacity analysis, only 268,420 ha or 7.2% from the existing potential can be utilized for aquaculture. Furthermore, based on the water quality measurements for aquaculture, the KKPD area was divided into 3 designations groups of aquaculture areas, namely the KJT, KJA, and seaweed. The number of aquaculture business units that were allowed in this area was 16,776 units consisting of 10,066 small business units and 6,710 medium business units with 7 types of superior fish. The limitation of land area and some business units in conservation areas were important to ensure the sustainability of the environment in the future. The implication of this research could be used as a basis for issuing aquaculture business permits, and to ensure that small-scale aquaculture fishermen have a large proportion. In addition to ensuring the existence of local communities who were generally small farmers, conservation areas were very vulnerable to environmental changes, so the risk factors and impacts of business utilization were important to consider.


Keywords


Aquaculture; Marine protected area; Carrying capacity; Lingga Regency

Full Text:

PDF

References


Affan, J.M. (2012). Identifikasi Lokasi untuk Pengembangan Budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) Berdasarkan Faktor Lingkungan dan Kualitas Air di Perairan Pantai Timur Bangka Tengah. Depik Jurnal Ilmu-ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 1(1): 78-85. https://doi.org/10.13170/depik.1.1.30.

Alifatri, L.O., Hariyadi, S.H., & Susanto, A. (2017). Analisis Daya Dukung Lahan untuk Pengembangan Budi Daya Kerapu di Perairan Tambak Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 22(1): 52-66. https://doi.org/10.18343/jipi.22.1.52.

Bato, M., Yulianda, F., & Fachruddin, A. (2013). Kajian Manfaat Kawasan Konservasi Perairan Bagi Pengembangan Ekowisata Bahari: Studi Kasus di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida, Bali. Depik Jurnal Ilmu-ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 2(2): 104-113. https://doi.org/10.13170/depik.2.2.777.

Bawa. A.S., & Anilakumar, K.R. (2013). Genetically modified foods: safety, risks and public concerns-a review. Journal Food Science Technology 50 (6) : 1035-1046. DOI 10.1007/s13197-012-0899-1.

Burhanuddin., Khaeriyah A., Akmaluddin., Arwati. S., Ikbal. M., Anwar, A,. & Hamsah. (2021). Meningkatkan Pemahamanan Pembuatan Pakan Ikan Pada Anggota Kelompok Nelayan Jenber di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kota Makassar. To Maega | Jurnal Pengabdian Masyarakat 4 (1) : 26-34.

Djamhur, M., Boer, M., Bengen, D.G., & Fahrudin, A. (2019). Prosiding Seminar Nasional Kelautan dan Perikanan 2019. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti, Ambon, pp. 259-267. https://doi.org/10.30598/semnaskp-26.

Firdaus, M., & Sari, Y.D. (2010). Pemanfataan dan Pengelolaan Kawasan Konservasi Sumberdaya Perikanan (Studi Kasus di Lubuk Larangan Lubuk Panjang Barun-barung Balantai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat). Jurnal Bijak dan Riset Sosial KP, 5(1): 1-18. http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v5i1.5788.

Hakim, A., Setiono, Ningtias, P. Tasrif, K., Sudarsono, Ari S., Leri, N., Yandam, F., Risris, S., Wahyupuji., Pertiwi, A., Jupri., Dista, U., Anita, S., Dimas, A., & Yopie, A. (2014). Pedoman Penyusunan Rencana Teknis Pemanfataan Kawasan Konservasi Perairan. Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Humaida, R. (2014). Strategy to Handle Resistance Of Antibiotics. Journal of Majority 3 (7) : 113-120.

Kennedy, P.S.J., Tobing, S.Z., Lumbantoruan, R., & Tampubolon, E. (2019). Diskusi Tentang Peran Kearifan Lokal dalam Pemanfaatan Sumber Daya Laut dengan Kelompok Masyarakat Maluku Barat Daya. JPM Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(1): 355-164. https://doi.org/10.21067/jpm.v4i1.3063.

Mahrus. (2014). Kontroversi Produk Rekayasa Genetika yang Dikonsumsi Masyarakat. Jurnal Biologi Tropis 14 (2) : 108-119.

Mansur, W., Kamal, M.M., & Krisanti, M. (2013). Estimasi Limbah Organik dan Daya Dukung Perairan Dalam Upaya Pengelolaan Terumbu Karang di Perairan Pulau Semak Daun Kepulauan Seribu. Depik Jurnal Ilmu-ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 2(3): 141-153. https://doi.org/10.13170/depik.2.3.973.

Moerad, S.K., Windiani, S., Mukhtar., & Nurif, M. (2014). Pemetaan Sosial Budaya Masyarakat Desa Sumber Agung Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Sosial Humaniora, 7(1): 61-74. https://dx.doi.org/10.12962/j24433527.v7i1.596.

Novita, M.Z., Soewardi, K., & Pratiwi N.T.M., (2015). Penentuan Daya Dukung Perairan untuk Perikanan Alami (Studi Kasus: Situ Cilala, Kabupaten Bogor). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 20(1): 66-71. https://journal.ipb.ac.id/index.php/JIPI/article/view/9295.

Nordiansyah, H., Ismail., & Bakrie, I. (2016). Penilaian Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi di Kawasan Cagar Alam Padang Luway Kabupaten Kutai Barat. Jurnal AGRIFOR, XV(1): 43-54. https://doi.org/10.31293/af.v15i1.1780.

Peranginangin, L.S.U. (2014). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi. Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 18(1): 66-78. https://doi.org/10.22146/jkap.6877.

Pranata, R.T.H., & Satria, A. (2015). Strategi Adaptasi Nelayan Terhadap Penetapan Kawasan Konservasi Perariran Daerah di Misool Selatan, KKPD Raja Ampat. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 5(2): 113-128. http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v5i2.1022.

Prasita, V.D., Widigdo, B., Hardjowigeno, S., & Budiharsono, S. (2008). Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia, 15(2): 95-102. https://doi.org/10.33378/jppik.v9i2.61.

Pratiwi, R. H. (2017). Mekanisme Pertahanan Bakteri Patogen Terhadap Antibiotik. Jurnal Pro-Life 4 (3) : 418-429.

Purnawan, S., Zaki, M., Asnawi, T.W., & Setiawan, I. (2015). Studi Penentuan Lokasi Budidaya Kerapu Menggunakan Keramba Jaring Apung di Perairan Timur Simeulue. Depik Jurnal Ilmu-ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 4(1): 40-48. https://doi.org/10.13170/depik.1.1.2365.

Purnomo, T., Hariyadi, S., & Yonvitner. (2013). Kajian Potensi Perairan Dangkal untuk Pengembangan Wisata Bahari dan Dampak Pemanfataannya Bagi Masyarakat Sekitar (Studi Kasus Pulau Semak Daun sebagai Daerah Penunjang Kegiatan Wisata Pulau Pramuka Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu). Depik Jurnal Ilmu-ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 2(3): 172-183. https://doi.org/10.13170/depik.2.3.992.

Rajab, M.A., Fahruddin, A., & Setyobudiandi, I. (2013). Daya Dukung Perairan Pulau Liukang untuk Aktifitas Ekowisata Bahari. Depik Jurnal Ilmu-ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 2(3); 114-125. https://doi.org/10.13170/depik.2.3.854.

Romadhon, A. (2014). Strategi Konservasi Pulau Kecil Melalui Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan (Studi Kasus Pulau Gili Labak, Sumenep). Jurnal Kelautan, 7(2): 86-93. https://doi.org/10.21107/jk.v7i2.801.

Syahrani. (2016). Penyusunan Program Desa Berdasarkan Pemetaan Sosial (Social Mapping) di Kecamatan Penajam Kabupaten Paser Utara. Jurnal Paradigma, 5(3): 160-182. http://dx.doi.org/10.52239/jp.v5i3.438.

Utami, S.B., & Pancasilawan. R.. (2017). Kolaborasi Dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi Provinsi Jawa Barat. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 1(1): 59-73. https://doi.org/10.24198/jmpp.v1i1.13550.

Yulfiperus., Firman., & Darwisito, S. (2018). Pemanfaatan Tongkol Jagung Sebagai Pengganti Dedak dalam Formulasi Pakan Ikan Ramah Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan. 140-148.

Yulianda. (2008). Kajian Kesesuaian dan Daya Dukung Lingkungan Tambak Berbasis Spasial di Wilayah Pesisir Kabupaten Aceh Utara, Pantai Timur Provonsi NanggroeAceh Darussalam. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. 15(2): 157-163.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/dli.8.2.p.129-137

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.